Tips Membuat Skala Likert

Skala Likert dikembangkan oleh Rensis Likert (1932). Dikenal juga dengan nama skala sikap. Skala Likert merupakan skala yang paling banyak dipakai dalam inventori kepribadian karena bentuknya yang simpel dan mudah dalam penggunaannya serta tidak sulit dalam melakukan skoring. Namun demikian, diperlukan kaidah-kaidah tersendiri dalam membuat item pada skala likert. Dibawah ini beberapa tips untuk membuat skala likert.

  1. Buat item dengan singkat, padat, dan simpel. Tidak lebih dari 20 kata dalam sebuah pernyataan.
  2. Hindari terjadinya makna ganda.
  3. Satu pernyataan hanya terdiri dari satu ide tunggal.
  4. Hindari pernyataan yang tidak mungkin dipilih oleh seorangpun atau sebaliknya.
  5. Hindari terjadinya double negative dalam satu pernyataan.
  6. Hindari penggunaan kata yang tidak dipahami oleh responden yang dituju.

Share this post :
Tagged with: , , , , , , , ,
Posted in Test Types
77 comments on “Tips Membuat Skala Likert
  1. Yogi says:

    Wuih..Sederhana tapi berbobot..Mas kopdang,skalian nanya nie..Biasanya dalam perusahaan itu medical check up itu melingkupi ap aja y??

  2. admin says:

    Dear Yogi,

    Terima kasih atas apresiasi Yogi terhadap consultanthr.com. Kami selalu berupaya untuk memberikan informasi yang ringkas namun berisi.

    Medical check up digunakan perusahaan (biasanya perusahaan besar) untuk memastikan bahwa karyawan yang dihire berada dalam kondisi sehat dan tidak ada kemungkinan di kemudian hari mengalami sakit berat yang akan mempengaruhi pekerjaannya.

    Untuk jenis pekerjaan tertentu ada medical check up yang wajib dilaksanakan karena terkait dengan pekerjaannya. Misalnya, interior designer diharuskan melakukan medical check up mata, untuk memastikan tidak buta warn.

    Mengenai lingkupnya, ada dua tipe, pertama basic medical check up. Ini adalah pemeriksaan kesehatan dasar meliputi kesehatan luar dan dalam yang umum dilakukan di rumah sakit, seperti pemeriksaan jantung, paru-paru, mata, THT, urine dll. Tipe ini biasanya ditujukan untuk posisi staf hingga manajer. Kedua, full medical check up, ini merupakan bentuk medical check up yang lebih lengkap, biasanya diberikan untuk level senior manajer hingga direktur, selain pemeriksaan dasar di atas ditambah pemeriksaan lengkap terhadap otak, misal EEG, MRI atau pemeriksaan lain yang diminta oleh perusahaan.

    Jadi medical check up sangat tergantung dari perusahaan, jenis pekerjaan, dan posisi jabatan yang dilamar.

    Semoga jawaban ini memuaskan.
    Terima kasih.

    salam,
    consultanthr.com

  3. rob says:

    mohon bantuannya…saya membutuhkan keterangan mengenai skala likert untuk melakukan penelitian skripsi

    Dear Rob,

    Terima kasih sudah berkunjung ke consultanthr.com.
    Saya kurang jelas dengan permintaan kamu. Kira-kira yang kamu butuhkan itu keterangan mengenai apanya skala likert? Tentang penelitian mengenai alat itu sendiri? atau penelitian yang menggunakan skala likert? Setahu saya banyak buku, khususnya psikologi yang membahas tentang skala likert. Mulai dari penyusunan item hingga respon format yang akan digunakan. Buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia juga sudah banyak.

    Oke, Rob. Selamat mencari.
    Salam,
    consultanthr.com

  4. Aliya says:

    seneng banget bisa berkunjung ke blog ini
    mbak nanya dunk
    sy kok slalu gagal di psikotest yach? padahal untuk tes yang hitung2an or mathematic bisa tapi begitu yang psikotest slalu nggak lolos terutama yang tipe a or b yang jawabannya nggak ada betul atau salah punya teknik cara menjawabnya nggak mbak sama satu lasi tes kreplin gmana sich mbak cara “ngakalinnya”
    klo nggak ngerepotin bisa jawab via pm or email ke saya ya mbak
    makasih maaf banyak nanya 🙂

    Dear Aliya,
    Terima kasih atas kunjungan ke consultanthr.com
    Banyak nanya berarti rasa ingin tahu kamu tinggi. Itu bagus. Asal gak nanya yang aneh-aneh ya:). Ngakalin tes psikologis hmmm.. saya juga gak tahu, Liya. kalau kamu butuh panduan mungkin bisa kami berikan, panduan yang sifatnya menggali diri kamu sendiri seperti apa dan bagaimana memanfaatkan kelebihan kamu tersebut. jadi, jangan berupaya mengakali tes, tapi berupaya agar kamu lebih baik lagi mengenal diri sendiri dan tahu mengatasi kelemahan kamu. Jika kamu ingin tahu lebih banyak, kita bisa berdiskusi lewat japri.
    Demikian, semoga membantu
    salam

  5. Reza says:

    Mas, saya mau nanya nih, kalau skala likert pake tiga point jawaban bisa gak??? maksudnya tidak lima point seperti yang biasanya. Saya sedang skripsi, terlanjur membuat kuesioner yang memakai skala likert 3 jawaban,gak apa-apa ma dosen yang satu. Tapi dosen yang satu lagi mempermasalahkan. Mohon bantuannya secepatnya.

    Dear Reza,

    Skala likert tiga point tidak masalah. Pada skala likert yang paling dibutuhkan adalah respon format, namun begitu pilihan respon format sangat tergantung dari tujuan Anda membuat kuesioner tersebut. Biasanya semakin sedikit respon yang bisa dipilih oleh responden, ada dampak terhadap pengolahan statistiknya, biasanya akan terjadi central tendensi atau variasi yang semakin terpusat.

    Salam,
    andin

  6. tyar says:

    Menyenangkan mengetahui ada web ini. Pilihan materinya lengkap, bahasanya lugas dan jelas.. Very down to earth hingga awam pun mudah paham… Saya sangat tertarik untuk mendalami bidang assessment test & psikometri…karena di bidang kerja yang saya tekuni saat ini tampaknya perlu dilakukan pengembangan alat tes / assessment tools yang spesifik. Apakah kiranya bapak – ibu dapat membantu ? Apakah ada program training intensif yang dapat kami ikuti (di tim kami ada 2 orang yang berlatar belakang psikologi). Atas perhatian & bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih

    By private email

  7. dudung says:

    mas saya mau nanya nih..saya mememakai skala likert dengan penilaian:
    tidak puas, kurang puas, puas dan sangat puat.
    dari pilihan jawaban diatas apakah dalam pemakaian skala likert perlu ada teks yang unfavorable (bermakna negatif).. terimakasih

    dear Dudung,

    sebaiknya memang ada pernyataan yang unfavorable. Semakin bervariasi tipe pertanyaan semakin baik sehingga orang tidak bosan dalam menjawabnya.

    salam

  8. jeffry says:

    Mas, saya mau tanya. Apakah benar ada opini yang mengatakan bahwa di Indonesia lebih cocok menggunakan 1=sangat penting daripada 1=sangat tidak penting. Bila benar begitu, apa alasannya dan siapa yang mengemukakan pendapat itu (bila ada)?
    Terima kasih atas bantuannya. Mohon dijawab via email. Terima kasih.

    Dear Jeffry,
    Wah ini saya juga baru tahu dari kamu. Alasannya ap dan siapa yang mengemukakannya saya juga tidak tahu. Sebaiknya jika tidak ada dasar pemikiran yang kuat hal tersebut jangan langsung dipercaya, apalagi sumbernya juga tidak jelas.
    Salam.

  9. Sudirman Zaid says:

    kata pak hani handoko (dari UGM) dan imam ghozaly (dari Undip) skala likert jangan diubah-ubah… harus “sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, dan sangat tidak setuju… karena skala tersebut adalah skala persetujuan.. bagaimana?

    Silahkan, itu pendapat mereka :).. Mungkin Anda bisa cari jurnal-jurnal internasional bahwa skala likert itu sangat beragam respons nya. 🙂

  10. ochie says:

    tentang skala likert, banyak buku yang memuat penskoran skala likert 1-5 tapi ada juga 1-4, yang jadi pertanyaan,mengapa harus ada skor netral pada skala yang ganjil? bukankah memungkinakan reponden banyak yang menjawab netral? dan teori yang memperkuat penkoran genap pada skala likert??
    terimakasih

    Dear Ochie,
    Pemilihan respon sebenarnya sangat tergantung pada jenis pernyataan yang Anda buat dan pada tujuan penelitian Anda. Skor netral dibutuhkan bila memang si peneliti merasa bahwa pernyataan yang dibuat membutuhkan hal tersebut. respon netral juga mengakomodir kebutuhan responden, tapi sekali lagi si peneliti juga perlu yakin bahwa apa yang sedang ditelitinya memang membutuhkan respon netral tersebut. Memang kelemahan respon netral adalah kecenderungan responden untuk memilih di tengah. nah untuk menghindari hal ini, maka respon netral dapat dihilangkan. Tapi sekali lagi ini kembali ke tujuan penelitian dan apa yang Anda teliti tersebut. memang ada baiknya skala likert tidak harus memberikan kesempatan untuk memilih ditengah dengan menjadikan pilihan respon menjadi 4 atau 6, bahkan ada yang membuatnya jadi 10 misalnya, tanpa harus mendefinisikan tiap-tiap respon.
    demikian Ochie, semoga membantu

  11. Ike says:

    saya mau tanya,saya lagi menyusun skripsi, tapi saya masih bingung dengan skala likert.
    perbedaan sangat tidak setuju dan tidak setuju apa? perbedaan sangat setuju dan sangat setuju apa? bukannya sama-sama setuju? saya sudah berulangkali ditanya hal ini oleh banyak orang, tapi saya masih bingung dan ragu-ragu dalam menjawabnya. mohon bantuannya trims.

    Halo Ike,
    Pemilihan respon jawaban sangat tergantung dari item/pernyataan yang Anda buat. Menggunakan respon sangat tidak setuju dan tidak setuju atau sangat setuju dan setuju, menunjukkan tingkat kebersetujuan seseorang terhadap sebuah dimensi atau variabel. Ada orang yang membutuhkan respon hingga ke pilihan yang sangat ekstrim, nah dengan menggunaka respon sangat tidak setuju dan tidak setuju atau sebaliknya sangat setuju dan setuju ini berarti mengakomodir kebutuhan orang tersebut. Tapi sekali lagi ini juga tergantung dari Anda juga untuk menentukan respon.

    salam,

  12. Nurlaely Rizkia Q says:

    Hmmmm…..Terima kasih telah berbagi ilmu…Saya pernah baca di di sebuah buku bahwa untuk mengukur minat kita bisa menggunakan skala Likert dan instrumen “The Allport-Vernon-Lindzey Study of Value”.. Namun tidak dijelaskan bagaimana cara membuat instrumen menurut kedua skala ini.
    Pertanyaan saya,,
    1. Apakah kedua instrumen tersebut memang bisa saling menunjang untuk membuat instrumen dalam pengukuran minat? (terutaman minat di bidang pendidikan dan pembelajaran)
    2. Jika iya, bagaimana contoh pembuatan instrumen tersebut?…
    Terima kasih…^_^

    Mungkin Anda bisa menggali lebih dalam ke jurnal-jurnal internasional untuk mengetahui instrumen tersebut. Intinya untuk membuat instrumen harus ada teori yang digunakan, untuk membuat instrumen pendekatan psikometri adalah yang paling banyak dipakai. Secara ringkas dapat dikatakan untuk membuat instrumen Anda harus mengumpulkan item yang banyak, melakukan uji coba pada sampel, pilih item yang baik, uji lagi hingga didapat item-item yang bagus. 4 kriteria yang wajib ada dalam instrumen dengan pendekatan psikometri adalah validitas, reliabilitas, standarisasi, dan bebas dari bias.
    Salam 🙂

  13. ita says:

    wow bener-bener simple tapi juga bener-bener sulit….
    Emmmm…mbak mau nanya nie saya saat ini sedang mengembangkan inventori kepercayaan diri…
    saya kesulitan dengan pertanyaan dosen pembimbing saya…mengapa dalam menyususn inventori yang digunakan skala???? nah mbak bisa bantu saya menemukan jawaban ini gak?
    dan saya juga ingin tahu juga adakah pedoman penyusunan invnetori??
    Hatur Nuhun…

    karena skala membuat karakteristik item menjadi lebih mudah diukur, dan tidak membutuhkan waktu lama dalam menganalisis, coba bandingkan jika harus menggunakan pertanyaan terbuka? berapa banyak kategori yang harus dibuat dan berapa waktu yang dibutuhkan dalam menganalisis. Pedoman penyusunan inventory cukup banyak yang berbahasa inggris, terutama yang bertema psikometri. tapi yang bahasa Indonesia belum ada setahu saya, mungkin buku-bukunya Pak Sumadi S. dr UGM bisa dipakai.

  14. Zahra says:

    Mau tanya???
    Dalam skala likert ada yang 1-5 dan 1-4. Dalam hal ini saya menginginkan skala 1-4 saja, karena kecenderungan orang yang mengatakan cukup/ netral itu tidak jelas (cukup setuju/ cukup tidak setuju). Nah dalam hal ini, bagaimana menentukan jumlah skor untuk responden yang tidak menjawab???
    Mohon bantuannya. Trimakasih sebelumnya.

    tergantung berapa pernyataan yang tidak dijawab, katakan ada 10 pernyataan yang tidak dijawab satu responden dari 20 pernyataan, artinya ada missing data yang pada 10 pernyataan tersebut dan biasanya tidak diberi nilai. Dalam software statistik Anda diberi pilihan untuk menghilangkan responden ini atau tetap menggunakannya, sebaiknya tetap digunakan untuk mendapatkan data dari pernyataan lain yang dijawab.

  15. nunung says:

    mas sy lagi tugas akhir, sy bingung tu buat kuisionernya nich mas, variabel tergatung sikap dengan parameter pengetahuan dan keyakinan. punya gak referensi tentang pengukuran sikap menurut rosenberg, makasih ya mas

    Jawab:
    Gak punya 🙂

  16. andry says:

    saya sedang penelitian kualitas jasa,,nah nanya tentang skala likert kuk memakai 5 skala aja??knapa gk 3 ato 7?kemudian apa keuntungan memakai ganjil ketimbang genap?keuntungan memakai skala liket tu apa aja dibanding skal pengukuran yang lain???makasih

    Jawab:
    semakin banyak respon semakin besar kemungkinan variabilitas yang bisa diperoleh artinya terbuka peluang untuk menghasilkan item yang baik dan dapat dibedakan dengan item lainnya. Anda bisa memilih mau 5, 3 atau 7 tergantung pada kepentingan alat ukur Anda. Keuntungan memakai ganjil, selalu ada nilai tengah sebagai center point dan bisa juga membuat jawaban ter-polling ke sana, untuk sebagian orang yang tidak ingin susah-susah menjawab akan lebih enak menjawab di tengah-tengah. Skala likert mudah dalam analisis dan pengolahannya.

  17. Anggie says:

    mao nanya neh, punya teori yang memperbolehkan skala likert dengan hanya 4 alternatif jawaban???mohon petunjuknya dunk…thx b4

    Jawab:
    Teorinya saya pikir tidak ada, tapi bisa baca di buku-buku psikometri atau buku-buku tentang penyusunan alat tes terbitan UGM atau UI.

  18. meta says:

    mau tanya ya..
    kalo skala yg cuma ada 2 respon jawaban YA dan TIDAK itu namanya skala apa?
    trus penskorannya gmn?
    trmksh banyak,,

    Jawab:
    Skala nominal, penskorannya sperti yang skala yang lain juga, Ya diberi nilai 1 dan Tidak diberi nilai 2 atau 0 misalnya. Skoringnya bisa dijumlahkan dari total jawaban yang ada, namun prosesnya tidak semudah itu karena membutuhkan ada cut score untuk menyusun kategori, bisa digunakan software psikometri yang tersedia.

  19. hfdz says:

    maaf saya mau nanya,dari beberapa artikel menyebutkan skala likert itu skalanya 1-5,,sdangkan klo ganjil kemungkinan data itu tersentralisasi pada skala yg berada di tengah msl klo pake skala 1-5 cenderung org akan memlih 3,,,klo boleh saya mau minta link yang menjeaskan sakal likert yg hanya menggunakan 4 rating saja,,,terimakasih

    Jawab:
    saya pernah baca hal tersebut, namun saya tidak simpan linknya sebaiknya Anda cari di bagian buku-buku psikometri dan penyusunan alat tes biasanya ada informasi tersebut.

  20. rizalina says:

    salam, web yang bagus. cuma ingin bertanya setelah data diperolehi, bagaimana mentaksir skala liker 4 pint menggunakan spss?

    Dear Riza,
    Mentaksir disini apakah menilai reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha? Gunakan menu di spss, pilih analyze, lalu klik scale dan pilih reliability analysis. masukan item mana saja yang akan dianalisis. Lihat outputnya, pada setiap item terhadap angka reliabilitas, gunakan batasan 0.3 (Anastasia & Urbina, 1997) untuk memilih item yang baik. Item dengan nilai dibawah 0.3 dihapus, kemudian lakukan analisis lagi. Lihat alpha di bagian bawah dari output. Reliabilitas yang bagus memiliki nilai di atas 0.7.

  21. AJI says:

    bagaimana skala likert untuk kondisi favorable dan unfavorable?? apakah dasar teorinya jika item skor skala likert dibalik pada unfavorable??

  22. fauzi says:

    Kebetulan saya sedang mengerjakan skripsi mengenai tanggapan peserta pelatihan dlm sbuah diklat mas..dosen saya menganjurkan utk memakai skala 3jwbn (sangat menarik – cukup menarik – tidak menarik),apa ini jg merupakan skala likert mas? Lalu sbaiknya memakai sangat menarik – cukup menarik – tidak menarik atau sangat menarik – menarik – tidak menarik mas? Krn saya blm tau apa ukuran dari sangat dan cukup itu, Trims bnyk mas..

  23. tri says:

    Blog yang bagus…, saya boleh tanya? kapankah sesorang memilih angka 1 sampai 5 dalam skala likert, dalam bentuk kuantitatif..?
    kalau jarang itu berapa kali dan kalau sering sekali itu berapa kali….itu membuat saya bingng terima kasih.

    Terima kasih :). Hmm… kapan ya? setahu saya itu sangat tergantung pada pilihan masing-masing orang dan tergantung respon yang tersedia dalam setiap pernyataan. Misalkan 1 = sangat jarang, 2 : sering sekali. Maka pernyataan: saya mandi setiap hari… bisa dijawab 1: sangat jarang or 2: seringsekali, tergantung responden Anda.
    Salam,

  24. fay says:

    Mas, bisa bantu g?
    sepengetahuan saya, skala likert diantaranya berbentuk strata, misalnya kurang setuju, setuju, dsb hingga sangat setuju. Jika saya membuat rubrik penilaian semacam itu, namun bentuknya diuraikan dengan kriteria (tersirat, jadi misal skornya maks.8 dg kriteria a,b,c,d..; skor 7 dg kriteria a,b, c,d..dsb) apakah yang demikian juga termasuk skala likert?
    mohon bantuannya, terima kasih..

  25. astri says:

    assalamualaikum,mas saya mau bertanya apakah metode ini bisa diguanakan untuk sistem pakar,jadi kuisionernya diberikan kepada pakar untuk maintenence mesin pabrik?makasih,wass..

  26. Nina says:

    Salam, sy mw bertanya, sy lg nusn skipsi tp sy dbingungkn dgn mslh skala ini, untuk skala likert sy menggunakan pilihan jwbn selalu, hampir selalu, kdng-kdng dn tdk pernah, ini apakh bs dgunakan? terkait dgn mslh analss, bl sy dgn skla diatas menggunakn uji regresi linier apkh hal trsbt ssuai?
    Mhn bantuannya, trm ksh…

  27. ieta says:

    assalamualaikum, sy butuh sekali pertolongan, sy sedang skripsi, sydah penelitian dan paling dominan jwb sangat setuju dan tidak setuju tetapi ada pertanyaan dari dosen saya bahwa yg menjawab ragu-ragu kok masih ada padahal pada waktu mengisi sy dampingi respondennya nah dosen sy bilang berarti kl msh ada yg jwb ragu2 berarti responden gk ngerti sm pertanyaan saya, mnrt bapak gmn ne pak jawabnya semisal ada pertanyaan seperti itu?
    mhn bantuannya ya pak soal jawaban ragu2, mksh:-)

  28. noeliz says:

    web yang bagus. tapi saya mau tanya mohon bantuannya dan mohon dijawab ya. menganai skala likert apakah bentuk pertanyaannya memang harus sudah disediakan oleh sipembuat pertanyaan, dan apakah jawaban tersebut harus bentuk skala sikap aja? trus kalau misalnya pertanyaan yang disediakan dalam bentuk angket bebas dan campuran apakah bisa menggunakan skala likert??
    terima kasih

  29. Mia says:

    saya mau tanya, saya sedang mngerjakan thesis dengan judul pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja perawat rawat inap. yg mau saya tanyakan, apa skalalikert itu harus 5 point? kalau point netral dihilangkan bagaimana? apakah ada pengaruhnya ke hasil penelitian, atau spss nantinya. terima kasih…

  30. fatmawati umasugi says:

    Salam…
    Mau tanya ?
    Bgmana cra perhitungan menggunakan skala likert ?
    Soalnya skarang fatma lg menyusun skripsi, trus disuruh menggunakan skala likert, fatma masih bingung bgmana cara skoringnya.
    Makasih sebelumnya…
    Mohon bantuannya.

  31. ammy novita says:

    saya mau tanya…..saya mau meneliti tentang kepuasan kerja karyawan sebaiknya pakai skala likert dengan alternatif 4 jawaban?atau menggunakan pilihan netral juga ya?takutnya kalau pakai netral kepuasan tsb malah tidak terungkap..

  32. yuneth says:

    hai..boleh nanya?
    saya sedang nyusun tugas akhir niy, kalau kita menggunakan skala likert apakah mesti pakai metode SPSS?
    makasih sebelumnya..

    hai juga,
    bisa diolah memakai metode SPSS untuk melihat reliabilitas item, menggunakan software lain juga bisa seperti LISREL, AMOS.

  33. Nur says:

    Mas saya mau tanya, saya skrg lg nyusun proposal tapi masih bingung, item pada kuesioner unutk “Tidak pernah” diberi nilai 0, “kadang-kadang” dberi nilai 1, “sering” dberi nilai 2,,
    apa itu termasuk dalam skala likert????
    terus untuk mementukah skornya gimana????
    kuesioner yang aku pake “Pediatric Symptom Checklist (PSC)” pada jurnal yang aku dapati mereka menentukan skor untuk jawaban < 23 tidak ada masalah, skor ? 23 ada masalah….
    Nah skor yang < 23 sama ? 23 itu dari mana ya???
    mohon bantuannya. makasih sebelumnya….

    iya itu termasuk skala likert. Untuk menentukan skor, ada berbagai cara: cara yang simpel yang dijumlahkan dan dibagi jumlah soal, namun penentuan cutting score untuk kategori nilai harus dilakukan analisis lanjutan. 23 itu saya juga tidak tahu, mungkin ga itu jumlah soal?

  34. lianty says:

    salam,, saya mau tanya,, saya sedang menyusun skripsi dan ingin bertanya apakah boleh jika skala likert ini saya buat jadi hanya 2 alterntif jawaban??? yaitu setuju dan tidak setuju. saya berpikir jika terlalu banyak maka akan membingungkan responden. mohon bantuannya. terimakasih

    Bisa saja, kenapa tidak? pemilihan jumlah respon sangat tergantung dari kebutuhan data. Jika memang hanya dibutuhkan dua respons bisa Anda pakai, namun variabilitas menjadi lebih sempit.

    salam

  35. hendra says:

    mas,saya mau tanya nih., saya lagi nysun skripsi.. saya pake skala likert 4 poin untuk menghindari pilihan jawaban yang terpusat pada jawabn no 3 (ragu2).. tapi saya bingung.,dasar dari skala likert 4 poin itu apa.. apakah dari saya sendiri atau ada dukungan teori statistik begtu.,karena saya tahunya skala likert itu ganjil., tolong dibantu mas..

  36. indri says:

    tulisan Anda sangat berguna. Yang saya tanyakan bagaimana rumus untuk menghitung banyaknya item yang dibuat. Apakah banyaknya item terserah peneliti atau ada cara menghitungnya.

  37. sisi says:

    salam, sy nanya..lo skala likert 3 plihan jawban, diantara plihan setuju dan tidak setuju, ada pilihan apa ya? apakah netral?

  38. eddy says:

    mas mau nanya nih, saya lagi nyusun tesis leadership, trus mo pake skala likert,intervalnya saya pake 1,75 pilihan jawaban SS, S, KS, TS. bisa ngga kayak gitu?

    Bisa saja, sepanjang memang tidak dibutuhkan untuk mengukur respon yang membutuhkan respon dengan nilai tengah. Saya kurang paham dengan interval 1,75, kenapa mesti 1,75?

  39. putriirvanna says:

    Salam
    Butuh bantuannya
    saya sedang menyusun skripsi, apa punya literatur resmi seperti jurnal dll tentang skala likert? untuk dijadikan pustaka skripsi, terima kasih

  40. qorrie says:

    nanya dong,, kalau pertanyaan kuesioner saya jawabannya dirinci, jadi ada tiga pilihan jawaban terus masing-masing pertanyaan memiliki jawaban berbeda tergantung pertanyaannya, itu termasuk skala likert bukan?kalau bukan,apa? terus jawabannya hanya 3,yaitu sempurna (sesuai aturan),tidak sempurna (ada yang tidak sesuai), dan tidak sama sekali.adakah teori yang memperbolehkan tiga jawaban saja?

  41. jejesyam says:

    mbak/mas mw tny nih kmrin pas saya sminar ada yg blg klo skala likert itu tdk hny mnggunakan setuju ato tdk setuju tetapi lbh kpd dr yg negatif ke positif, mohon pnjelasannya krn utk judul saya mmg tdk memungkinkan utk menggunakan skala likert dlm kuesionernya. saya malah menggunakan pernah dan tdk pnh tp pnjelasan d?atas mngatakan klo itu ?mirip skala likert? pdhl di metpen saya mnggunakan skala likert.makasie
    wassalam

  42. adi says:

    Blog nya menarik…saya mau bertanya ni mas…saya bingung dengan skala likert 3, 5 dan 7…kira2 bagus pake skala likert yg mana ya mas??? kenapa skala likert di bagi2 atas beberapa level gitu mas?

  43. asty says:

    tlong bantu dong….perbedaan skala likert dengan skoring tu ap ? saya bingung,,,,

  44. ebyfeby says:

    wah, mas..
    udah lama juga ya postingannya..
    semoga mas masih mau membahas ya..
    karna saya sangat membutuhkan masukan dr mas..
    gini mas, saya sedang melakukan skripsi tentang respon masyarakat terhadap sebuah film..
    sebaiknya saya menggunakan teori statistik apa ya?
    dan model instrumen seperti apa?
    mohon bantuanya..

  45. Windha says:

    Mas mau tanya,
    apakah penilaian skala likert selalu sama 5=SS, 4=S, 3=CS, 2=TS, 1=STS, meskipun pernyataanya positif maupun negatif?
    Misalnya saja begini, ukuran kewajaran tidak harus digunakan dalam menentukan untuk mengidentifikasi hubungan yang mungkin atau kelihatan dapat merusak objektivitas auditor. Menurut mas ni apakah prnytaan tersebut mengarah k SS atau TS atau netral? Trus penilaiannya dengan skala likert yang benar untuk pernyataan tersebut bagaimana? Makasih 🙂

  46. tika says:

    saya me nanya gmn dng menghitung penskorannya?
    unt pernyataan negatif dan positifny???
    saya pake skala likert 1-4…
    mohon bantuannya.. trima kasih….

  47. naja says:

    aslm,,slm knal,,jujur sya snang brtemu dgn website ini,,sya kebingungan mas untuk menghitung skor skala likert ini,,pa pghitungannya dgn mengurangi faporable-un faporable??mksh .,,d tggu jwbnnya,,klo perlu maaf bsa sms ke no sya 08989439011,,maaf merepotkan,,trim kasih

  48. tari says:

    salam sejahtera.
    mohon maaf sebelumnya bapa/ibu, sy hendak bertanya.
    kebetulan sy mmkai skala likert dgn memuat penskoran skala likert 1-10.
    salah satu pembimbing sy mnyetujui, tp yg 1 lg kurang setuju karena skor 1-10 bs membuat bingung responden. dan kalaupun harus dipaksakan, nilai 1-10 harus memiliki definisi msing2ny.
    jadi sy disarankan penskoran 1-4, dimana bisa didefinisikan
    1: sangat tidak yakin
    2: tidak yakin
    3: yakin
    4: sangat yakin
    menurut bapa/ibu, lebih baik penskoran 1-10 atau 1-4,
    mohon bimbingannya. terimakasih 🙂

  49. nispidayeni says:

    selamat pagi,saya mau menanyakan apakah skala likert bisa di buat persentase dari jawaban setuju,sangat setuju,tidak setuju,ragu2 dan sangat tidak setuju.kebetulan saya lagi menyusun instrumen tesis kesiapan berwirausaha (y) motivasi berwirausaha (x1) dan hasil belajar kewirausahaan(x2).terima kasih atas jawabannya,wassalam

  50. weni says:

    mas mo nanya nih. sy lg ditugasin utk buat survey pelanggan pasien kami di laboratorium. yg mo sy tanya gimana sih cara perhitungan utk skal likert? bisa gak diaplikasikan pada program xls. thx

  51. ika says:

    mas sy mau tya sy kn sdang skripsi sya menggunakn skala likert TP,JR,KD,SR,SL skornya 1-5 jumlh pertyaan kuesiner ada 22, itu penskorannya gmn ya mas?

  52. tengil says:

    mas, numpang tanya, saya make pilihan jawaban dari sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setuju. dosen mnta saya mengetahui perbedaan makna dari pilihan tersebut agar bisa di jelaskan ke responden agar responden tahu batasan makna dari pilihan tersebut.
    terusm apa perbedaan jarang dan kadang-kadang?
    terima kasih

  53. mirawati says:

    mas…salam kenal, saya mira,,saya baru memulai untuk penelitian skripsi, saya dsarankan pembimbing menggunakan skala likert nh,,,ada hubungan antara mangrove dengan ekowisata, apa nanti ada menggunakan spss,korelasi dan lain”,,,saya masih binggung x

  54. kezia says:

    salam… saya mo tanya nich..
    untuk penyusunan item, bisa tidak jika itemnya menggunakan bahasa yang tidak baku? bahasa sehari-hari gt..? misalnya kata saya diganti dgn kata aku?
    karena saya bingung disisi ini penelitian ilmiah kan biasanya menggunakan bahasa baku gt.. sedangkan disisi lain saya harus menyesuaikan kondisi subyek penelitian saya.
    mohon masukannya
    terimakasih..

  55. Andreas says:

    Mau tanya:

    apakah skala likert bisa menggunakan angka genap? Setahu saya, interval antar nilai harus setara atau sama. nah kalau misalnya genap kan interval antar nilainya tidak sama. Kalau bisa, buku / penelitian mana yang mendukung / menggunakan / memperbolehkan skala likert dengan interval genap? Terima kasih

  56. triska says:

    ??? tny…apakah yang pke plihan jwbn 4 itu nma skalax jg skala likert?? ????????
    buku yang menjelaskan bahwa skala likert itu g harus pake 5 tetapi jga bisa plihan jwbn genap sperti 4 g?soalny dosenq mnt bukti bukunya…ato nama skala lain gt slain skala likert… Pkoknya ?@??????
    ?? pke plihan jwbn 4…mksih.

  57. tika says:

    mas mau tanya nih, klo pernyataan yang jawabannya menggunakan skala likert itu mending favorable atau unfavorable atau kombinasi keduanya. dan kalau pernyataan yang artinya sama, seperti “saya suka baca buku” dan “sya tidak suka baca buku” kalau keduanya dimasukkan dalam daftar pernyataannya gimana ? apa gak bikin rancu ?

  58. dila says:

    aslm, saya mau bertanya mbak.
    dalam kuesioner saya, saya menggunakan skala likert 1-5.
    sebenarnya saya tidak mengerti kenpa menggunkan skla 1-5.
    menurut mbak, apa alasan seseorang menngunakan skala likert 1-5?
    apa kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dgn skala 1-3, 1-4, pun 1-7?
    jika dalam sidang saya ditanya, mengapa menggunakan likert skla 1-5, kira-kira apa jawabn yang tepat mba?
    terimakasih banyaaaak 🙂 mohon respon cepat 🙂

  59. Veni says:

    Halo Jasa Konsultasi HR Assessment Psikometri Assessment
    saya ingin bertanya, kapankah kita harus memakai skala likert 5 point, dan kapan harus memakain skala likert 7 point?
    saya sedang membuat skripsi mengenai perilaku auditor, dari penelitian terdahulu, skala likert yg digunakan 7 poin, namun dosen pembimbing saya menyarankan utk menjadikannya 5 poin saja, saya takut akan terjadi bias atau tidak lulus uji asumsi klasik. Terimakasih

  60. Veni says:

    Halo Jasa Konsultasi HR Assessment Psikometri Assessment..
    saya ingin bertanya, kapankah kita harus memakai skala likert 5 point, dan kapan harus memakain skala likert 7 point?
    saya sedang membuat skripsi mengenai perilaku auditor, dari penelitian terdahulu, skala likert yg digunakan 7 poin, namun dosen pembimbing saya menyarankan utk menjadikannya 5 poin saja, saya takut akan terjadi bias atau tidak lulus uji asumsi klasik. Terimakasih

  61. ria says:

    mau tanya kalo skala likert menggunakan 3 jawaban alternatif apaakh diperbolehkan dan adakah teori yang mendukung ? terima kasih

  62. fauzi fahresa says:

    punten kang mau tanya,
    saya sedang proses pembuatan skripsi, ingin membuat kuesioner dengan judul faktor-faktor yang mempengaruhi keputihan remaja,skala likert yang saya dapat gunakan setuju,tidak setuju, sangat tidak setuju atau saya menggunakan yang pernah, jarang, selalu
    nuhn kang

  63. Ika says:

    saya ika, mahasiswa yang sedang pusing dengan skripsi. Judul saya hubungan hukuman terhadap harga diri siswa. YAng saya mau tanya. Apakah hukuman dapat di buat menjadi skala. Dengan pilihan sering, sangat sering, kadang kadang, tidak pernah. Atau saya hanya dapat membuat nya dalam bentuk angket saja. KArena hukuman sama sekali tidak ada aspek nya. Tks

    • consulthr says:

      sepanjang ada indikatornya maka semua konstruk bisa dibuatkan skalanya. Kalau judulnya hubungan antara hukuman dan harga diri, semestinya hukuman bisa dicarikan indikator-indikatornya

  64. ima says:

    Kak saya mau tanya.. utk skor skala likert ini apakah hrs dimukai dr 1 atau bisa dr 0 (nol)?
    Terima kasih..

  65. asti says:

    untuk skoring dari skala likert saya ingin menggunakan 4 porint saja dengan menggunakan rerntang sering, jaramg, kadang2, dan tidak pernah.
    yang inin saya tanyakan. apakah ada patensi dari skoring skala likert atau semua itu tergantung sari peneliti yang mengelompokan jadi tinggi, sedang, dan renda? terimakasih

  66. ayu says:

    saya ingin bertanya, skala likert ada yang terdiri dari 5 point yaitu sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, sangat tidak setuju, jika kata netral diubah menjadi cukup setuju apakah boleh?

  67. AYU says:

    SAYA INGIN BERTANYA, SKALA LIKERT ADA YANG 5 POINT YAITU SANGAT SETUJU, SETUJU, NETRAL, TIDAK SETUJU, SANGAT TIDAK SETUJU. JIKA KATA NETRAL DIUBAH MENJADI CUKUP SETUJU, APAKAH BOLEH?

  68. BYS says:

    siang. saya mau nanya. saya mengunakan skala likert 1-5 yaitu STS, TS, N, TS dan STS. Yang saya mau tanyakan, alasan kuat menggunakan jawaban “NETRAL” apa ya? padahal jawaban itu ragu-ragu atau tidak pasti.. terima kasih

    • consulthr says:

      sangat tergantung dari apa yang diukur. Jika respon netral memang dibutuhkan sudah seharusnya tersedia respon tersebut, jika hanya akan membuat respon menjadi bias, sebaiknya ditiadakan. Namun, sekali lagi pertimbangkan tujuan dari alat ukur tersebut dibuat

  69. ZAVIRA says:

    Assalamu’alaikum.. Saya mau menanyakan kelebihan skala likert 5 point dibandingkan skala likert 7 poin ke atas apa ya? Terima kasih sebelumnya..

    Leave a Reply

    • consulthr says:

      penggunaan 5 atau 7 point sangat tergantung dari konstruksi alat ukur yang dibuat. Semakin banyak point digunakan akan semakin spesifik respon yang didapat

  70. Andri Danial says:

    Ass, saya bingung antara sangat setuju dan setuju. Bisa di jelaskan apa makna dari kata sangat setuju dan setuju. Karena saya bingung, ketika saya harus membedakan alasan keduanya.

    • consulthr says:

      maknanya sangat bergantung pada bagaimana yang kamu pikirkan atau rasakan. Semakin hal yang ditanyakan/dinyatakan dalam item memiliki impak yang kuat terhadap diri kamu, maka akan semakin besar kecenderungan kamu merespon sangat setuju ataupun sangat tidak setuju. Sekali lagi dalam tes-tes/asesmen psikologis yang sifatnya bukan menilai aspek kognitif (hitung-hitungan/penalaran), maka tidak ada jawaban benar salah. Semua kembali ke diri kamu sendiri, maknanya kamu sendiri yang menentukan. Bukan orang lain. itulah pentingnya mengenali diri sendiri. Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Buku

Subscribe Artikel

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 8 other subscribers

Polling

Apakah Anda sudah merasa cocok dengan karir Anda saat ini?

View Results

Loading ... Loading ...

Latest Tweet

Subscribe Newsletter

Quotes of the day

Old friends pass away, new friends appear. It is just like the days. An old day passes, a new day arrives. The important thing is to make it meaningful: a meaningful friend - or a meaningful day.
Dalai Lama